Wali Kota Sebut Trump Pemicu Kebencian

Wali Kota Sebut Trump Pemicu Kebencian

Wali Kota Sebut Trump Pemicu Kebencian

Wali Kota Sebut Trump Pemicu Kebencian, – Wali Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat. Ted Wheeler mengatakan bahwa Presiden Donald Trump yang telah menciptakan kebencian dalam bentrokan antara pendukungnya. Dan pendemo penuntut kebrutalan polisi yang memakan korban satu orang, Minggu.

Dilansir dari https://jeoleuro.com/, dalam sebuah konferensi pers, Wheeler memberikan pertanyaan kepada Trump. “Apakah Anda benar-benar bertanya, Tuan Presiden, mengapa ini pertama kalinya dalam beberapa dekade Amerika melihat tingkat kekerasan seperti ini?”.

“Anda lah yang menciptakan kebencian dan perpecahan. Anda lah yang belum menemukan cara untuk menyebutkan nama-nama orang kulit hitam yang terbunuh oleh petugas polisi bahkan seperti kepunyaan penegak hukum. Dan Anda lah yang mengklaim bahwa supremasi kulit putih adalah orang baik,” ujar wali kota dari Partai Demokrat itu.

“Kampanye yang menyuarakan rasa takut ini terus berlangsung. Anda bakhkan menciptakan kebencian dan penghinaan pada negara kita yang indah.”

Komentar tegasnya muncul satu hari setelah seseorang tertembak dan terbunuh pada pusat kota Portland setelah bentrokan antara pendukung Donald Trump dan pengunjuk rasa yang mengecam kebrutalan polisi.

Selama lebih dari 90 malam berturut-turut, pengunjuk rasa pada lokasi Portland berkumpul melawan kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial.

Wheeler juga mengatakan bahwa kampanye ketakutan yang penyebabnya adalah Trump telah menciptakan kebencian dan penghinaan pada AS.

Kepada Trump, Wheeler menyesalkan bahwa “selama empat tahun kami harus hidup dengan Anda dan serangan rasis Anda terhadap orang kulit hitam”.

“Sejak awal kami belajar tentang sikap seksis Anda terhadap wanita. Kami harus menanggung video (yang memperlihatkan) Anda mengejek pria cacat. Kita harus mendengarkan serangan anti-demokrasi Anda terhadap jurnalis,” ujar Wheeler.

“Kami sudah mendengarkan Anda menyebut orang Meksiko sebagai ‘pemerkosa’. Kami sudah mendengar Anda mengatakan bahwa John McCain bukan pahlawan karena ia tawanan perang. Dan sekarang, Anda menyerang wali kota Demokrat dan institusi Demokrasi yang telah melayani bangsa ini dengan baik sejak didirikan,” ucapnya.

Komentar Wheeler memprovokasi serangan kicauan yang dilancarkan Trump di akun Twitter pribadinya pada Minggu sore. Trump mengecam Wheeler sebagai orang “aneh”.

“Portland tidak akan pernah pulih dengan kebodohan wali kotanya. Ia (Wheeler) ingin menyalahkan saya dan Pemerintah Federal karena terlibat, tapi ia belum melihat apapun. Kami hanya berada pada lokasi tersebut dengan sekelompok kecil (orang) untuk membela Gedung Pengadilan AS, karena ia tidak bisa melakukannya,” cuit Trump di Twitter.

Merujuk pada latar belakang kampanyenya, Trump menambahkan, “Orang-orang Portland, seperti semua kota lain dan bagian dari negara kita yang hebat, menginginkan Hukum dan Ketertiban”.

Kicauan tersebut menanggapi permintaan Wheeler kepada presiden untuk membiarkannya, sebagai wali kota, menangani kerusuhan.

“Presiden Trump, Anda tidak membawa perdamaian. Anda tidak menghormati Demokrasi kami. Anda, Tuan Presiden, perlu melakukan tugas Anda sebagai pemimpin bangsa ini dan saya, Tuan Presiden, akan melakukan tugas saya sebagai walikota di kota ini,” kata Wheeler dalam konferensi pers.

“Dan kita berdua akan memberikan pertanggungjawaban, sebagaimana mestinya,” ucap ia.

Komentar tegas Wheeler muncul sehari setelah insiden penembakan yang menewaskan satu orang dalam bentrokan antara pendukung Trump dan pengunjuk rasa yang mengecam kebrutalan polisi.

Selama lebih dari 90 malam berturut-turut, pengunjuk rasa pada Portland berkumpul melawan kebrutalan polisi dan ketidakadilan rasial.

Protes itu penyebabnya adalah pembunuhan pria kulit hitam George Floyd pada Mei lalu dan kian memanas setelah polisi kembali menembak pria kulit hitam lainnya, Jacob Blake akhir pekan lalu pada Wisconsin.

Polisi belum merilis rincian mengenai data korban. Namun menurut mereka, orang itu tertembak pada bagian dada sekitar pukul 20.46 dekat Southwest Third Avenue dan Southwest Alder Street.

Comments are closed.