Visa Schengen, Akses Masuk Berlibur ke Eropa

Visa Schengen, Akses Masuk Berlibur ke Eropa

Mengenal Fakta tentang Visa Schengen, Akses Masuk Berlibur ke Eropa!

Visa Schengen, Akses Masuk Berlibur ke Eropa – Pemegang visa Schengen bisa berkunjung ke 26 negara di Eropa, dengan 22 negara di antaranya tergabung dalam Uni Eropa. Tak heran, visa Shengen merupakkan salah satu visa terpopuler di dunia. Pelancong dari 104 negara harus memiliki visa ini untuk masuk ke Uni Eropa. Serta, jika mereka ingin berkunjung hingga 3 bulan lamanya dalam Zona Schengen.

Berlibur tentu saja menjadi momentum paling menyenangkan yang dapat dilakukan untuk sekadar relaksasi maupun rehat sejenak dari aktivitas sehari-hari. Banyak sekali destinasi wisata yang menjadi tujuan bagi orang-orang untuk dikunjungi, tak terkecuali luar negeri.

Tak lengkap rasanya bila ke luar negeri melewatkan satu kunci terpentingnya, yaitu visa. Memang beberapa negara yang kita kunjungi khususnya di luar Asia Tenggara pastilah membutuhkan visa sehingga kita harus mengurusnya terlebih dahulu di kantor kedutaan.

Namun, jika kamu memiliki inisiatif untuk berkunjung ke Eropa dan memiliki lebih dari satu negara tujuan untuk dikunjungi, kamu hanya membutuhkan satu jenis visa saja lho dan visa tersebut bernama visa Schengen.

Meski Visa Schengen dikenal sebagai jenis visa yang cukup rumit untuk dibuat, namun apabila dilakukan sesuai prosedur maka prosesnya tak akan serumit itu. Sebelum memutuskan untuk ke Eropa, yuk kita simak apa saja fakta menarik seputar visa Schengen.

Kawasan Schengen

Bila kamu yang baru mendengar istilah dari Kawasan Schengen, mungkin nama area ini masih terdengar cukup asing dan tidak familiar. Kawasan Schengen merupakan area yang mencangkup 26 negara sekaligus dalam daratan Eropa. Ke-26 negara tersebut secara resmi menghapus kebijakan yang berhubungan dengan paspor maupun batasan wilayah pada masing-masing negara.

Kebijakan ini diberikan nama sesuai dengan lokasi di mana perjanjian itu dilakukan, yaitu pelaksanaannya terjadi di Schengen, desa yang terletak di Luksemburg.

Kebijakan Schengen Visa Code yang Mengatur Penerbitan dan Manfaat Visa

Hanya untuk liburan dan bisnis

Menelisik durasi waktu yang diberikan ketika memiliki Visa Schengen, ternyata hanya berlaku selama 90 hari dalam kurun waktu 6 bulan. Hal ini tentu saja membuat durasi kunjungan hanya bisa untuk sebatas berlibur ataupun urusan bisnis semata.

Berbeda halnya bila kamu ingin melanjutkan studi atau justru bekerja di salah satu negara yang bersangkutan. Maka kamu membutuhkan jenis visa lain yang bersifat nasional pada negara yang kamu tuju.

Akses masuk ke dalam 26 negara di Eropa

Bila berkunjung ke sebagian besar daratan Asia tentu kamu pasti membutuhkan visa sebagai akses masuknya, namun pada umumnya visa yang dibutuhkan bersifat nasional tergantung kepada negara mana yang akan dituju.

Berbeda halnya bila kamu memiliki visa Schengen yang menjadi akses masuk ke 26 negara sekaligus di Eropa. Tentunya merupakan hal yang istimewa dan menarik ketika kita hanya membutuhkan satu jenis visa untuk dapat melakukan perjalanan ke lebih dari satu negara di wilayah Eropa.

Membutuhkan rekening koran

Jika kamu tidak ingin permohonan visamu ditolak oleh pihak kedutaan, maka ada berbagai syarat yang harus kamu penuhi. Salah satunya adalah rekening koran yang harus dilampirkan oleh pihak pemohon.

Sebetulnya tidak adalah nominal secara resmi yang diminta ketika akan bertolak ke Eropa, terkecuali Belanda yang secara jelas meminta pihak yang mengajukan visa untuk memiliki setidaknya 30 euro yang dikalikan dengan jumlah hari ketika berkunjung ke sana. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa para pemohon visa memiliki finansial yang cukup selama berlibur maupun saat kembali ke negara asal. Tentunya sekaligus untuk menghindari adanya imigran gelap di negara tersebut.

Perbedaan single entry dan multiple entry

Saat mengajukan visa ke kedutaan yang bersangkutan, maka kamu harus memahami perbedaan dari multiple entry dan single entry. Sebagai contohnya, apabila kamu ingin berkunjung ke Prancis, Polandia, dan kemudian kembali lagi ke Prancis. Maka kamu membutuhkan visa jenis multiple entry.

Sebaliknya, visa jenis single entry tidak akan bisa digunakan untuk mengunjungi negara yang telah dikunjungi sebelumnya lagi.

Nah, fakta-fakta dari visa Schengen di atas semoga dapat menjadi gambaran untukmu yang ingin melakukan perjalanan liburan mengunjungi negara-negara di daratan biru. Siap berlibur?

Comments are closed.