Trump Klaim Kasus Corona Tidak Berbahaya

Trump Klaim Kasus Corona Tidak Berbahaya

Trump Klaim Kasus Corona Tidak Berbahaya

Trump Klaim Kasus Corona Tidak Berbahaya – Presiden Donald Trump mengklaim 99% virus corona tidak berbahaya dalam pidato Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, Fourth of July, di tengah lonjakan kasus Covid-19 di AS.

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Hari Kemerdekaan Amerika, 4th July, Trump bersikeras bahwa strateginya untuk mengatasi Covid-19 berjalan dengan sangat baik meskipun beberapa negara bagian melaporkan peningkatan jumlah kasus.

Sebelumnya Trump menyebut virus corona sebagai wabah mengerikan dari Cina dan memperingatkan Beijing harus bertanggung jawab atas penyebarannya ke seluruh dunia, menurut Sky News, 5 Juli 2020.

Trump mengatakan AS sekarang telah melakukan tes Covid-19 untuk hampir 40 juta orang. “Dengan melakukan itu, kita menunjukkan kasus, di mana 99% di antaranya benar-benar tidak berbahaya,” klaim Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi terkait virus Corona COVID-19. Bahkan, baru-baru ini ia menyebut 99 persen kasus Corona di Amerika Serikat (AS) tidak berbahaya.

Pernyataan ini muncul tepat saat hari kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli kemarin. Di tengah pidatonya, Donald Trump kembali meminta pertanggungjawaban dari China atas wabah Corona yang terjadi di AS.

“Hasil yang tidak dapat ditunjukkan oleh negara lain karena tidak ada negara yang melakukan jumlah tes seperti yang kita lakukan, tidak dalam hal jumlah atau kualitas,” ujarnya.

Trump mengatakan AS memproduksi gaun hazmat, masker, dan peralatan bedah yang dulunya hampir dibuat “secara eksklusif di negeri asing, khususnya Cina tempat di mana, ironisnya, virus ini dan yang lainnya berasal”.

“Kerahasiaan, penipuan, dan tindakan menutup-nutupi yang dilakukan Cina memungkinkan virus menyebar ke seluruh dunia, ke 189 negara,” tambahnya. “Cina harus bertanggung jawab penuh.”

Dalam pesan video yang diunggah di akun Twitter resmi Gedung Putih sebelum pidatonya, Trump mengklaim bahwa AS telah “melakukan lebih baik daripada yang pernah dilakukan negara mana pun dalam sejarah….dan kemudian kita terkena wabah mengerikan dari Cina”.

“Kami tertabrak oleh virus yang datang dari China,” sebut Trump, dikutip dari The Guardian.

“Kami telah membuat banyak kemajuan. Strategi kami berjalan dengan baik. Kami sudah belajar banyak. Kami telah belajar cara memadamkan nyala api,” klaim Trump.

Jumlah infeksi Corona AS mencapai 50.000 per hari, lebih tinggi dari bulan April ketika AS menghadapi wabah Corona pertama. Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular ternama di AS sudah memperingatkan lebih dulu terkait penanganan Corona di AS yang keliru.

“Saya pikir cukup jelas bahwa kita tidak menuju arah yang benar,” kata Fauci.

Berulang kali menyebut virus Corona adalah virus China, Trump kembali mengatakan hal yang tidak berdasarkan fakta ilmiah.

“Sekarang kami telah menguji hampir 40 juta orang. Dengan demikian, kami menunjukkan kasus, 99 persen di antaranya benar-benar tidak berbahaya. Hasil yang tidak dapat ditunjukkan oleh negara lain karena tidak ada negara lain yang memiliki pengujian yang kami miliki, tidak dalam hal jumlah atau kualitas,” jelas Trump saat pidato.

Comments are closed.