Trump Ditertawakan Kim Jong-un

Trump Ditertawakan Kim Jong-un

Trump Ditertawakan Kim Jong-un

Trump Ditertawakan Kim Jong-un, – Mantan penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, John Bolton, menganggap Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menertawakan Presiden Donald Trump dan persepsi berlebihan sang presiden atas relasi Washington-Pyongyang selama ini.

Pernyataan itu diutarakan Bolton dalam wawancara perdana di televisi pada Minggu malam jelang peluncuran buku kontroversialnya.

Buku berjudul ‘The Room Where it Happened’ itu mengungkap kelakuan Trump selama 17 bulan Bolton bekerja pada sang presiden.

“Saya pikir Kim Jong-un tertawa terbahak-bahak atas persepsi ini. Terkait surat-surat (antara Kim dan Trump) yang dipamerkan presiden kepada media, ditulis oleh beberapa pejabat Korut dan dipandang presiden (Trump) sebagai bukti persahabatan mereka,” jawab Bolton seperti dikutip AFP pada Senin.

Dalam wawancara itu, Bolton dengan lantang menganggap Trump tidak cocok menjabat sebagai presiden. Dia berharap Trump tidak akan menang dalam pemilihan presiden 2020 pada November mendatang.

“Saya berharap (sejarah) akan mengingatnya (Trump) sebagai presiden satu periode yang tidak menjerumuskan negara ke dalam spiral yang tidak dapat kita ingat. Kita mungkin bisa membiarkan ini terjadi untuk satu periode kepemimpinan saja,” kata Bolton.

Bolton menuturkan Trump bahkan menyatakan dukungannya terhadap perlakuan China atas etnis minoritas Muslim Uighur di Xinjiang demi mendapat bantuan Negeri Tirai Bambu.

Padahal, selama ini AS menentang dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan China terhadap etnis Uighur. Buku Bolton tersebut rencananya akan dirilis pada Selasa besok yang berusaha dijegal oleh pemerintahan Trump.

Meski begitu, Bolton juga menuturkan tidak akan mendukung rival Trump dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pilpres mendatang.

Dalam buku tersebut, Bolton mengungkap sejumlah kelakuan Trump sebagai presiden. Bolton menuturkan Trump tidak segan memecat orang-orang di pemerintahan yang tak sejalan dengan dirinya.

Bolton juga membocorkan sikap Trump dalam menghadapi China yang menjadi saingan AS selama ini. Ia menuturkan Trump sempat meminta bantuan Presiden China Xi Jinping untuk membantunya memenangkan pilpres November mendatang.

Padahal Presiden AS Donald Trump mengaku bersyukur dan senang setelah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un muncul kembali ke hadapan publik.

“Saya, sebagai pribadi, senang bisa melihatnya kembali dan baik-baik saja,” ucap sang presiden di Twitter dengan mengunggah momen Kim meresmikan pabrik pupuk.

Absennya Kim Jong Un, terutama di momen penting seperti hari kelahiran kakeknya Kim Il Sung, menjadi perhatian publik dan memunculkan spekulasi.

Kedua pemimpin menjalin relasi yang unik, di mana mereka sudah bertemu sebanyak tiga kali semenjak momen di Singapura, pertengahan 2018.

Meski begitu, pembicaraan untuk mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea tidak mengalami perkembangan signifikan dalam tiga pertemuan tersebut.

Kim Jong Un ditemani sejumlah pejabat Korut, termasuk adik sekaligus penasihat terdekatnya, Kim Yo Jong.

“Pemotongan pita itu disambut dengan sorak bergemuruh dari rakyat untuk Pemimpin Tertinggi yang memimpin mereka menuju kemakmuran,” ulas KCNA.

Kim disebutkan dia sangat puas dengan berdirinya pabrik itu, dan memujinya karena memberi kontribusi dalam industri kimia dan makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *