Periksa Anies Baswedan Polri: Siapa Terlibat Pidana Harus Bertanggung Jawab

Periksa Anies Baswedan Polri: Siapa Terlibat Pidana Harus Bertanggung Jawab

Periksa Anies Baswedan Polri: Siapa Terlibat Pidana Harus Bertanggung Jawab

Pengamat Sangsi Pemanggilan Polda Metro Jaya terhadap Anies Baswedan  Berlanjut - Metro Tempo.co

Periksa Anies Baswedan Polri: Siapa Terlibat Pidana Harus Bertanggung Jawab – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menyampaikan, pihaknya tidak mengandai-andai untuk menetapkan tersangka atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Termasuk meski memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perkara kerumunan yang melibatkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Melansir dari laman https://slotpragmatic.asia/ “Siapa pun yang terlibat dalam hal terjadinya peristiwa pidana harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Jadi tidak perlu saya rinci siapa, itu mengandai-andai namanya. Sama-sama kita tunggu hasil penyelidikan,” tutur Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2020).

Menurut Awi, penyidik memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), manajemen penyidikan, dan strategi dalam menentukan pihak yang akan terperiksa dalam sebuah perkara dugaan pidana.

“Siapa pun nanti yang terundang ini adalah konstruksi yang kerjakan, kumpulkan penyidik. Setelah klarifkasi, ada gelar perkara, tadi sudah bocor sedikit bahwa beberapa yang diklarifikasi menyatakam bahwa ini masa PSBB, berarti orang dilarang berkerumun, harus menaati protokol kesehatan. Jadi ini dibangun, kita kumpulkan bukti-bukti permulaan, saat cukup maka kita naikkan ke penyidikan,” kata Awi.

33 Pertanyaan untuk Anies

Sebelumnya, Anies Baswedan terperiksa pihak Polda Metro Jaya terkait acara Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab lantaran telah menimbulkan kerumunan, Selasa (17/11/2020). Dalam pemeriksaan tersebut Anies mengaku tercecar 33 pertanyaan.

“Ada 33 pertanyaan yang tadi tersampaikan. Semuanya sudah jawab sesuai dengan fakta yang ada, tidak menambah dan tidak mengurangi,” ujar Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Meski demikian, Anies Baswedan enggan membeberkan detail pertanyaan terkait acara yang menarik simpatisan Rizieq Shihab tersebut.

Ia hanya menuturkan, pernyataannya sudah jadi laporan setebal 23 halaman oleh penyidik.

“Detail isi pertanyaan, klarifikasi, dan lain-lain biar nanti menjadi bagian dari pihak Polda Metro Jaya untuk nanti meneruskan dan menyampaikan seusai kebutuhan,” ungkap Anies Baswedan.

Berani Tindak Tegas

Sebelumnya Presiden Jokowi juga meminta, kepala daerah menegakan disiplin protokol kesehatan tanpa pandang bulu. Menurut dia, pemerintah daerah harus berani menindak tegas pelanggar protokol kesehatan sesuai hukum.

Dia menekankan, pentingnya ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan. Menilai hal ini sebagai sebuah keharusan sebab saat ini tidak ada yang memiliki kekebalan terhadap Covid-19.

“Saya ingin tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Pada masa pandemi ini telah kita putuskan pembatasan-pembatasan sosial termasuk di dalamnya adalah pembubaran kerumunan,” jelas Jokowi.

Comments are closed.