Nutrisi Ini untuk Bantu Jaga Imunitasmu

Nutrisi Ini untuk Bantu Jaga Imunitasmu

Nutrisi Ini untuk Bantu Jaga Imunitasmu – Kamu pasti sudah mendengar kalau beberapa vitamin seperti vitamin A, C, dan E sering menjadi tolok ukur nutrisi penting dalam menjaga imunitas tubuh. Namun, faktanya nutrisinya lainnya juga punya peran penting dan mungkin sering kamu abaikan.

Buah-buahan Kaya Manfaat untuk Tingkatkan Imunitas

Faktanya, setiap nutrisi yang kita peroleh dari makanan bisa mendatangkan keuntungan bagi kesehatan apabila bekerja sama dengan nutrisi lainnya. Nah, berikut ini, beberapa nutrisi yang juga dibutuhkan tubuh dalam menjaga imunitas.

1. Vitamin B6

Menurut http://centre-equestre-de-juzet.com/ Mungkin belum banyak yang tahu bahwa vitamin B6 juga memiliki peran dalam mendukung fungsi imunitas tubuh. Salah satu komponen sistem imun adalah antibodi. Antibodi ini berasal dari asam amino (protein) dan membutuhkan vitamin B6 dalam fungsi metabolismenya.

Uji klinis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa seseorang yang defisiensi atau kekurangan vitamin B6 memiliki penurunan produksi antibodi dalam tubuh, sehingga berisiko menurunkan daya tahan tubuhnya.

Berdasar angka kecukupan gizi (AKG) di Indonesia, rata-rata asupan vitamin B6 per harinya hanya sebesar 1,5 miligram (mg) saja. Meski tidak banyak, kamu tetap perlu mencukupinya agar kerja imun tubuh lebih optimal.

2. Selenium

Selenium merupakan mineral kelumit yang penting dalam pembentukan protein dan aktivitas antioksidan. Disebut mineral kelumit karena kebutuhannya sangat sedikit. Namun, bukan berarti bisa kamu abaikan, ya.

Mengkutip dari https://103.55.38.71/ AKG yang dianjurkan per harinya hanya berkisar 30 mikrogram (mcg), dan ini bisa kamu penuhi lewat konsumsi makanan seperti daging merah, daging unggas, seafood, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Berdasarkan laporan dalam jurnal Gizi Indonesia tahun 2013, selenium penting dalam aktivitas enzim glutation peroksidase, semacam enzim antioksidan, yang mempunyai peranan memecah senyawa toksik (racun) dalam tubuh menjadi senyawa yang tidak bersifat toksik.

3. Zink

Zink atau seng memegang peranan penting dalam banyak fungsi metabolisme tubuh, di antaranya dalam fungsi pertumbuhan, reproduksi, serta imunitas. Dijelaskan dalam jurnal Gizi Indonesia tahun 2013, peran zink terhadap fungsi imunitas antara lain adalah pembentukan antibodi. Ini karena zink membantu proses pembentukan asam amino.

Asam amino merupakan komponen terbesar dalam pembentukan antibodi, maka dari itu keberadaan zink sangat terkait dengan sistem imun. Selain itu, penurunan zink dapat memengaruhi kemampuan sel NK (Natural Killer) yang bertugas untuk membunuh antigen (virus, bakteri, atau mikroorganisme patogen).

4. Zat besi

Sel NK sensitif terhadap ketidakseimbangan zat besi dan memerlukan jumlah yang cukup untuk pematangan sel-selnya. Jika tubuh kekurangan zat besi, kemampuan sel NK untuk membunuh bakteri menjadi melemah.

Kebutuhan zat besi bervariasi. Untuk anak-anak sekitar 10 mg per hari, sejumlah 8-11 mg per hari untuk laki-laki dewasa, sekitar 15-18 mg per hari untuk perempuan, dan pada masa kehamilan perempuan butuh sebesar 9 mg per hari. Dalam makanan, zat besi terdapat dalam dua bentuk, yaitu zat besi heme dan zat besi non-heme. Heme bersumber dari hewani, sedangkan non-heme berasal dari sumber nabati.

5. Vitamin D

Menurut Klinik Kecantikan Queen Vitamin D dikenal luas manfaatnya bagi kesehatan tulang. Namun, disebutkan dalam Jurnal Kesehatan Andalas tahun 2019, vitamin D memiliki fungsinya tersendiri dalam sistem imun. Hal ini ditunjukkan melalui peran vitamin D dalam meningkatkan respons imun alamiah (seperti makrofag) serta memacu respons imun adaptif (antibodi) terhadap patogen yang tidak dapat dihancurkan oleh makrofag.

Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa vitamin D memiliki peran terhadap pencegahan infeksi, terutama infeksi terkait saluran pernapasan. Bahkan, vitamin D dapat digunakan sebagai salah satu terapi atau atau anjuran untuk penyakit infeksi virus, bakteri, ataupun jamur.

Comments are closed.