Menteri Harus Total Kerja Hentikan Dulu Pencitraan yang Ingin Maju 2024

Menteri Harus Total Kerja Hentikan Dulu Pencitraan yang Ingin Maju 2024

Menteri Harus Total Kerja Hentikan Dulu Pencitraan yang Ingin Maju 2024

Hasto Ngakunya Tak Tahu Keberadaan 2 Stafnya Yang Dikabarkan Ikut Terjaring  OTT KPK | Indopolitika.com

Menteri Harus Total Kerja Hentikan Dulu Pencitraan yang Ingin Maju 2024 – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, menteri harus berani mengambil terobosan. Sebab menteri adalah sosok yang seharusnya memahami hal ikhwal kementerian yang dipimpinnya.”Totalitas jajaran kabinet sangat penting,” kata Hasto dalam keterangannya.

Oleh karena pentingnya totalitas, Hasto menilai menteri yang ingin maju dan sudah memikirkan Pilpres 2024 harus segera menghentikan pencitraannya dan fokus pada tugas utama membantu presiden.

Melansir dari laman https://christian-mommies.com/ “Karena itulah ketika ada indikasi menteri yang terlalu berimajinasi pada kontestasi Pemilu 2024, dan melupakan tugas dan tanggung jawab utamanya sebagai pembantu presiden, sebaiknya segera menghentikan seluruh gerak pencitraannya, dan menempatkan kejar prestasi sebagai bagian budaya kerja,” tegasnya.

Apalagi menurut Hasto di situasi pandemi seperti saat ini, pencitraan tidak dibutuhkan melainkan totalitas dan soliditas.

“Sebab soliditas dan daya juang para menteri di tengah pandemi ini sangat penting,” ucap Hasto.

Fokus Kerja

Selain itu, terkait satu tahun pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, PDIP menilai koordinasi, kerjasama, dan kemampuan komunikasi publik bersifat wajib. Menteri harus fokus pada ruang lingkupnya.

“Peningkatan daya tahan rakyat di dalam menghadapi Covid-19 melalui asupan gizi, protein, dan vitamin yang cukup, harus dilakukan melalui kerja gotong royong seluruh jajaran pemerintahan, pusat hingga daerah” katanya.

Semua Jadi Ambyar

Setahun sudah Jokowi-Ma’ruf memimpin Indonesia, nyatanya program yang berjalan masih dibawah ekspetasi. Pengamat Politik Universitas Islan Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan adanya program yang belum berjalan disebabkan virus corona yang mewabah di Indonesia sejak Maret lalu.

Misalnya, program prioritas pengembangan SDM belum terealisasi hingga kini karena pemerintah fokus menangani dampak kesehatan dan ekonomi akibat Covid-19. Begitu pula, pembangunan infrastruktur, tak semulus yang direncanakan.

Pasalnya, anggaran untuk infrastruktur direm menyusul krisis akibat pandemi corona. Adi turut menyoroti pemulihan dan pembangunan ekonomi yang nyaris tak terlihat. Alih-alih meroket, ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 justru anjlok di angka minus 5,32 persen. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memberi isyarat bahwa Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal III 2020.

Comments are closed.