Jaksa Tahan 2 Pengatur Proyek Komputer Rp24 Miliar

Jaksa Tahan 2 Pengatur Proyek Komputer Rp24 Miliar

Jaksa Tahan 2 Pengatur Proyek Komputer Rp24 Miliar

Jaksa Tahan 2 Pengatur Proyek Komputer Rp24 Miliar – Pengadaan komputer untuk belajar siswa SMA di Dinas Pendidikan Riau sarat korupsi. Proyek bernilai Rp24 miliar untuk informasi teknologi dan multimedia pada tahun 2018 menyeret dua tersangka, Hafiz Timtim dan Rahmad Dhanil.

Keduanya langsung dijebloskan ke penjara setelah Kepala Kejati Riau Dr Mia Amiati mengumumkan penetapan tersangka, Senin Juli 2020. Penahanan berlangsung 20 hari ke depan di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Kejati Riau mengusut dugaan korupsi dana publikasi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau tahun 2017. Oknum pejabat di sana diduga memberikan dana ratusan juta ke sejumlah perusahaan media dengan syarat harus mendapatkan bagian.

Dugaan sementara, sejumlah perusahaan media Daftar Joker123 itu tidak terverifikasi di dewan pers. Pemberian kontrak untuk media itu juga tidak memenuhi syarat kerja sama yang ditetapkan dewan pers.

Mia menjelaskan, Hafiz merupakan PNS di Dinas Pendidikan Riau dan menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen dalam proyek itu. Sementara Rahmad Dhanil merupakan ‘pengatur’ proyek ini.

“RD merupakan Direktur PT Airmas Jaya Mesin, Cabang Riau,” kata Mia di kantornya.

Mia menjelaskan, kedua tersangka diduga bersekongkol terkait harga perangkat keras (komputer) dan penentuan komitmen fee. Proyek menggunakan e-catalog ini juga tak diikuti survei harga di pasaran.

Dengan demikian, keduanya leluasa menentukan harga komputer meskipun lebih tinggi dari pasaran. Diduga harga ini merupakan pesanan sebuah perusahaan pemenang proyek ini.

“Meskipun e-catalog, harga berdasarkan permintaan broker, keduanya juga bersekongkol soal spesifikasi barang,” kata Mia didampingi Asiten Tindak Pidana Khusus Hilman Azazi, Asisten Intelijen Raharjo Budi Kisnanto dan Kasi Penkum Muspidauan.

Selain itu, tersangka Hafiz juga diduga menerima suap dan fasilitas dari perusahaan yang akan dimenangkan dalam proyek ini. Besaran suap masih diusut penyidik Kejati Riau, termasuk fasilitas apa saja yang diterima. “Untuk kerugian negara masih dihitung auditor,” kata Mia.

Usut Korupsi Lain

Sejak mengusut korupsi ini, penyidik sudah memeriksa belasan orang. Baik itu pegawai mantan Kepala Dinas Pendidikan Riau Rudyanto, aparatur sipil negara, perusahaan dan tiga ahli.

Mia menyebut penyidikan masih berjalan sehingga tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. Diapun berharap penyidik segera menemukan bukti keterlibatan pihak lainnya.

“Kami juga mendalami adanya aliran dari pihak lain untuk memuluskan kegiatan ini, masih digali,” ucap Mia.

Sementara itu, kedua tersangka ketika digiring ke mobil tahanan tak mau meladeni pertanyaan wartawan. Keduanya hanya diam sambil beriringan menuju mobil tahanan.

Selain kegiatan ini, Kejati Riau juga mengusut dua proyek lainnya di dinas tersebut. Yaitu pengadaan komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMA dan SMK.

Comments are closed.