Jaksa New York Gugat Trump

Jaksa New York Gugat Trump

Jaksa New York Gugat Trump

Jaksa New York Gugat Trump, – Kejaksaan Negara Bagian New York menyelidiki kasus manipulasi nilai aset yang diduga dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Beserta perusahaan induk miliknya, Trump Organization. Manipulasi nilai aset dilakukan demi mengurangi beban pinjaman serta memperoleh berbagai bantuan ekonomi dan pajak.

Kepala Kejaksaan Negara Bagian New York, Letitia James, menggugat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Karena dinilai menghambat pengiriman logistik pemilu serta mempersulit penduduk AS akibat mengubah sistem operasi jasa pos (USPS).

Sengkarut ini bermula dari penolakan Trump terhadap usulan mengirimkan surat suara dalam pemilihan presiden pada 3 November mendatang menggunakan jasa pos. Dia mengklaim jika hal itu dilakukan maka akan membuka pintu kecurangan, meski dia juga memberikan suara melalui mekanisme pos.

Pihak kejaksaan mengatakan anak ketiga presiden AS, Eric Trump, tidak kooperatif selama penyelidikan berlangsung. Informasi itu diperoleh saat kejaksaan pada Senin menyerahkan dokumen permohonan ke Pengadilan Negara Bagian New York di Manhattan.

Sementara dari kelompok oposisi yakni Partai Demokrat, usulan itu disampaikan dengan alasan supaya penduduk tidak perlu datang ke tempat pemungutan suara, dan menghindari penularan virus corona.

Pemerintahan Trump lantas mengubah sistem kerja pos, yang dinilai bertujuan menghambat proses pengiriman. Hal itu yang menjadi fokus gugatan James yang merupakan anggota Partai Demokrat.

“Perubahan ini adalah upaya untuk menjalankan agenda politik pribadi presiden,” kata James melalui Twitter, seperti dilansir Associated Press, Rabu.

James mendaftarkan gugatan di pengadilan federal di Washington D.C. Selain Trump, James juga menggugat USPS dan Kepala USPS, Louis DeJoy.

DeJoy mulanya adalah seorang direktur eksekutif perusahaan dan menjadi penyumbang kampanye Trump. Dia juga dipanggil oleh Kongres dan diminta menjelaskan mengapa banyak penduduk AS mengeluh jasa pengiriman melalui pos saat ini sangat lamban, termasuk logistik pilpres dan pemilu.

“Kami berharap hakim bisa menyatakan perbuatannya (Trump) melanggar undang-undang dan meminta supaya segera menghentikan segala bentuk perbuatannya, sehingga kami bisa memastikan logistik pemilu bisa diterima sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan komisi pemilihan,” lanjut pernyataan James.

DeJoy membantah tuduhan berupaya melakukan sabotase terhadap logistik dan penyelenggaraan pemilu dan pilpres. Dia menjanjikan akan mengerahkan armada pengiriman untuk bekerja lembur demi memastikan logistik pilpres diterima sesuai jadwal.

“Saya tidak melakukan sabotase terhadap pemilu,” kata DeJoy.

Comments are closed.