Eks Raja Spanyol Juan Carlos Tinggalkan Negaranya

Eks Raja Spanyol Juan Carlos Tinggalkan Negaranya

Eks Raja Spanyol Juan Carlos Tinggalkan Negaranya

Eks Raja Spanyol Juan Carlos Tinggalkan Negaranya – Mantan raja Spanyol Juan Carlos meninggalkan negaranya setelah dituduh terlibat sebuah kasus korupsi senilai 100 juta dolar (sekitar Rp 1,4 miliar).

Juan Carlos memberitahukan kepada putranya, Raja Felipe, bahwa ia memutuskan untuk meninggalkan negaranya setelah dituduh terlibat kasus korupsi.

Pada bulan Juni, Mahkamah Agung Spanyol membuka penyelidikan tentang keterlibatan Juan Carlos dalam kontrak kereta api kecepatan tinggi di Arab Saudi, setelah surat kabar La Tribune de Geneve Swiss melaporkan ia menerima 100 juta dolar (sekitar Rp 1,4 miliar) dari mendiang Raja Saudi.

Mantan raja Spanyol, Juan Carlos I, meninggalkan negaranya untuk tinggal di negara lain sebagai pengasingan. Dia meninggalkan negaranya ketika sedang diselidiki atas skandal kasus korupsi.

Situs web keluarga kerajaan pada hari Senin menerbitkan surat dari Juan Carlos I kepada putranya, Raja Felipe VI, yang mengatakan; “Saya memberi tahu Anda tentang keputusan saya untuk pindah, selama periode ini, keluar dari Spanyol.”

Dalam suratnya, Juan Carlos mengatakan dia membuat keputusan dengan latar belakang, “akibat dari episode-episode tertentu dari kehidupan pribadi saya di masa lalu.”

Dia ingin memastikan bahwa dia tidak membuat peran putranya sulit. Dia tidak mengatakan ke negara mana dia akan pindah.

Melalui pengacaranya, Javier Sanchez-Junco mantan raja berusia 82 tahun itu menolak untuk mengomentari tuduhan tersebut.

“Berdasarkan keinginan saya untuk melakukan yang terbaik untuk melayani masyarakat Spanyol, lembaga-lembaganya dan Anda sebagai raja, saya memberi tahu Anda tentang … keputusan saya untuk meninggalkan Spanyol pada saat ini,” jelas istana mengutip surat dari Juan Carlos.

Raja Felipe berterima kasih kepada Juan Carlos atas keputusannya, ia menggarisbawahi “kepentingan historis yang diwakili oleh pemerintahan ayahnya” untuk demokrasi di Spanyol.

“Prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menjadi dasar (demokrasi) sesuai dengan Konstitusi dan kerangka hukum kita.” tegas Raja Felipe.

Pengacara Juan Carlos, Javier Sanchez-Junco Mans, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang di-email-kan bahwa mantan raja itu telah memintanya untuk menjelaskan bahwa meskipun dia akan berada di luar Spanyol, dia bermaksud untuk bersedia bekerja sama dengan penyelidikan.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez baru-baru ini mengatakan dia menemukan perkembangan tentang Juan Carlos, termasuk penyelidikan di Spanyol dan Swiss, yang menurutnya mengganggu.

Juan Carlos memiliki kekebalan hukum selama masa pemerintahannya namun hal itu sudah tidak berlaku ketika ia turun tahta pada tahun 2014.

Raja Felipe mengakhiri tunjangan istana untuk ayahnya dan meninggalkan warisannya sendiri pada bulan Maret, menyusul tuduhan rekening rahasia di luar negeri.

Sejak Mahkamah Agung Spanyol membuka penyelidikannya awal tahun ini, media Spanyol telah menerbitkan hasil dari penyelidikan Swiss terhadap jutaan euro yang diduga diberikan kepada Juan Carlos oleh almarhum Raja Abdullah dari Kerajaan Arab Saudi.

Uang itu diduga sebagai suap untuk memfasilitasi pembangunanjalur kereta penghubung kota Madinah dan Makkah di Arab Saudi oleh konsorsium kereta peluru Spanyol.

Comments are closed.