Efek Samping Konsumsi Vitamin D secara Berlebihan

Efek Samping Konsumsi Vitamin D secara Berlebihan

Efek Samping Konsumsi Vitamin D secara Berlebihan – Vitamin D menjadi salah satu produk suplemen yang laris di pasaran di masa pandemik COVID-19. Ini karena meningkatkan konsumsinya dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh, membantu pemulihan pasien COVID-19, dan melindungi tubuh dari infeksi saluran pernapasan akut.

Efek Samping Konsumsi Vitamin D Berlebihan bagi TubuhSumber vitamin D yang paling mudah didapat adalah berjemur di bawah terpaan sinar matahari dan bisa pula lewat makanan. Namun, karena merasa kurang cukup, beberapa orang menambah asupannya lewat konsumsi suplemen.

1. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

Dilansir Healthline, banyak efek samping terlalu tingginya vitamin D berhubungan dengan kadar berlebihan kalsium dalam darah. Ini termasuk mual, muntah, dan hilang nafsu makan. Meski demikian, gejala-gejala ini tidak muncul pada orang-orang dengan kadar kalsium yang tinggi.

Satu penelitian dalam Oman Medical Journal tahun 2011 memantau 10 orang yang mengembangkan kadar kalsium yang berlebihan setelah mengonsumsi vitamin D dosis tinggi. Empat di antaranya mengalami mual dan muntah, dan tiga di antaranya melaporkan kehilangan nafsu makan.

2. Sakit perut, sembelit, atau diare

Gejala seperti sakit perut, sembelit atau konstipasi, atau diare juga bisa menjadi tanda tanda peningkatan kadar kalsium yang disebabkan oleh keracunan vitamin D, berdasarkan laporan berjudul “Vitamin D: Deficiency, Sufficiency and Toxicity” dalam jurnal Nutrients tahun 2013.

Mengkutip https://116.193.190.241/ Gejala-gejala tersebut bisa muncul pada orang-orang yang mengonsumsi vitamin D dosis tinggi untuk memperbaiki kondisi defisiensi. Seperti gejala lainnya, respons ini tampaknya bersifat individual bahkan ketika kadar vitamin D dalam darah juga meningkat.

Pada sebuah laporan studi kasus dalam Journal of Pediatric Endocrinology and Metabolism tahun 2014, seorang anak laki-laki mengalami sakit perut dan sembelit setelah mengonsumsi vitamin D yang tidak diberi label dengan benar, sementara saudara laki-lakinya mengalami peningkatan kadar dalam darah tanpa ada gejala.

3. Hiperkalsemia

Melansir http://centre-equestre-de-juzet.com/, konsumsi vitamin D terlalu banyak bisa menyebabkan kadar menyebabkan kalsium yang berlebihan dalam darah (hiperkalsemia).

4. Kerusakan ginjal

Hiperkalsemia yang di sebabkan oleh kelebihan vitamin D juga bisa menyebabkan masalah pada ginjal, bahkan kerusakan pada organ tersebut. Karena terlalu banyak vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium, ini bisa mengakibatkan pembentukan batu ginjal.

Meski begitu, penelitian juga menemukan bahwa kerusakan ginjal jangka panjang yang lebih serius juga dapat terjadi. Penumpukan kalsium dalam ginjal bisa mengakibatkan kondisi nefrokalsinosis, yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen atau bahkan gagal ginjal.

5. Malah berdampak buruk pada kesehatan tulang

Meskipun vitamin D di butuhkan untuk kesehatan tulang, tetapi asupannya yang terlalu berlebihan malah bisa berefek sebaliknya. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa terlalu banyak vitamin D dapat memengaruhi kerja vitamin K2, yang mana ini adalah nutrisi yang membantu menjaga kalsium dalam tulang.

Studi dalam jurnal JAMA tahun 2017 menunjukkan kalau orang yang mengonsumsi vitamin D dosis sangat tinggi lebih rentan mengalami fraktur tulang. Studi lainnya dalam jurnal JAMA tahun 2019 mengamati partisipan yang mengonsumsi vitamin D 400 IU, 4.000 IU, atau 10.000 IU selama periode tiga tahun. Hasil tes densitas tulang tidak menunjukkan adanya perbaikan pada dosis di atas 400 IU. Dan malah sebetulnya menunjukkan pengurangan densitas atau kepadatan tulang pada grup partisipan dengan vitamin D dosis tinggi.

Comments are closed.