Doni Tegaskan COVID-19 Bukan Rekayasa Maupun Konspirasi

Doni Tegaskan COVID-19 Bukan Rekayasa Maupun Konspirasi

Doni Tegaskan COVID-19 Bukan Rekayasa Maupun Konspirasi

Doni Tegaskan COVID-19 Bukan Rekayasa Maupun Konspirasi – Sampai sekarang  masih ada masyarakat yang mempertanyakan kebenaran virus corona. Apakah pandemik ini hanya rekayasa atau memang ada dan sangat membahayakan?

COVID-19 bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat-buat oleh pihak-pihak tertentu. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo ketika memberi arahan dalam Rapat Koordinasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis.

“COVID-19 bukan rekayasa, COVID-19 bukan konspirasi. COVID-19 menjadi mesin pembunuh, ibaratnya COVID-19 ini adalah malaikat pencabut nyawa,” ujarnya.

1. Dapat jadi ancaman peningkatan angka kasus 

Ia mengatakan, pemahaman masyarakat yang masih menganggap COVID-19 adalah konspirasi juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik kepada upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Dampaknya kemudian adalah tingkat kepedulian dan kedisiplinan masyarakat menurun dan dapat menjadi ancaman peningkatan angka kasus.

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah, khususnya wilayah Provinsi Jawa Timur dapat memberikan narasi yang benar dan utuh kepada masyarakat tentang COVID-19.

2. COVID-19 juga mempengaruhi sektor ekonomi dan lapangan kerja masyarakat 

Ia menjelaskan pandemik COVID-19 bukan hanya menyangkut permasalahan kesehatan saja. Tetapi juga berpengaruh pada sektor ekonomi dan lapangan kerja masyarakat.

“Pertengahan April, 1,7 juta jiwa kehilangan pekerjaan baik formal maupun informal. Kalau ditotal tidak kurang dari 3 juta orang, setelah pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan Keppres tentang Kedaruratan Kesehatan,” kata Doni.

3. Diatasi melalui adaptasi dengan kebiasaan baru 

Ia menjelaskan COVID-19 dapat dicegah melalui peningkatan daya tahan tubuh dan imunitas dari asupan gizi yang baik dan seimbang. Di sisi lain, untuk memperoleh makanan dengan menu gizi yang seimbang perlu adanya pendapatan.

Oleh sebab itu, COVID-19 harus benar-benar diatasi melalui beradaptasi dengan kebiasaan baru, disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak aman.

“Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah makan makanan yang bergizi. Sedangkan cara untuk mendapatkan makanan harus ada uang,” katanya.

Comments are closed.