Cara Alami untuk Meredakan Batuk akibat COVID-19

Cara Alami untuk Meredakan Batuk akibat COVID-19

Cara Alami untuk Meredakan Batuk akibat COVID-19 – Salah satu gejala umum dari COVID-19 adalah batuk terus-menerus. Batuk itu sendiri merupakan refleks tubuh untuk membersihkan debu, dahak, dan iritan lainnya dari paru-paru dan tenggorokan. Biasanya batuk akibat COVID-19 berupa batuk kering yang cukup parah, walaupun pada beberapa kasus batuk berdahak juga bisa terjadi.

7 Cara Alami Meredakan Batuk Berdahak Halaman all - Kompas.com

Setelah pulih atau dinyatakan sembuh dari COVID-19 sekalipun, gejala batuk mungkin masih dirasakan oleh beberapa penyintas selama beberapa waktu dan tetap bertahan untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

1. Melakukan teknik kontrol pernapasan

Cara pertama untuk meredakan batuk adalah dengan melatih pernapasan. Melakukan teknik kontrol pernapasan yang tepat baik untuk menormalkan pola pernapasan dan meningkatkan efisiensi otot-otot pernapasan, termasuk otot diafragma yang memiliki peran besar dalam pernapasan. Ini bertujuan agar pengeluaran energi saat bernapas menjadi lebih sedikit, iritasi pada jalan napas berkurang, mengurangi kelelahan, dan meredakan sesak napas.

Menurut http://94.237.65.201/ Lebih spesifik, laporan berjudul “Management of post-acute covid-19 in primary care” dalam British Medical Journal menjelaskan bahwa orang yang bergejala batuk harus duduk dalam posisi tertopang dengan baik, serta menarik dan mengembuskan napas dengan perlahan.

Tarik napas melalui hidung, lalu embuskan lewat mulut. Lakukan teknik pernapasan ini dalam kondisi dada dan bahu relaks, serta biarkan perut mengembang. Teknik ini dapat dilakukan sepanjang hari dalam waktu 5-10 menit atau lebih lama.

2. Meredakan batuk berdahak

Dahak merupakan cairan yang diproduksi sebagai bagian dari mekanisme pertahanan normal tubuh. Ini merupakan salah satu cara yang dilakukan paru-paru dan saluran udara agar tetap bersih. Meski telah sembuh dari COVID-19, tubuh mungkin masih memproduksi dahak, napas lebih berisik dari biasanya, dan mungkin sesekali masih merasakan sesak napas.

Setelah sampai pada tahap kelima, ulangi kembali siklus pernapasan ini sebanyak 3-4 kali, sampai kamu merasa dahaknya telah berkurang atau hilang.

Kadang siklus ini bisa menyebabkan pusing. Bila kamu mengalaminya, berikan waktu yang cukup pada langkah ketiga, yakni saat mengontrol pernapasan menjadi lebih tenang. Kemudian, pada langkah kelima, melakukan “huff” harus dilakukan dengan embusan napas pendek atau tidak terlalu lama. Bila pusing berlanjut, berhenti melakukan siklus pernapasan ini.

3. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Minum air yang cukup setiap harinya sangatlah penting untuk membantu meredakan batuk COVID-19 maupun batuk apa pun. Air dapat membuat tenggorokan menjadi lembap dan nyaman. Minumlah air sedikit demi sedikit sepanjang hari, jangan dilakukan sekaligus, untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Bila sudah mulai batuk, minumlah sedikit cairan. Biasanya, hanya diperlukan beberapa teguk saja untuk menghilangkan batuk, tetapi kadang perlu minum lebih banyak untuk mengendalikannya.

Melansir http://centre-equestre-de-juzet.com/, bila tidak ada air di sekitar kamu, cobalah menelan ludah berulang kali jika sedang batuk. Sebab, menelan ludah dapat memiliki efek yang mirip dengan meneguk air.

4. Minumlah minuman hangat

Minum minuman yang hangat dapat melegakan tenggorokan, membuat tubuh tetap terhidrasi, dan memecah lendir yang mungkin ada di tenggorokan atau saluran napas bagian atas. Minuman hangat yang baik adalah teh, kaldu, madu, atau lemon.

Sedikit madu yang dipadukan dengan teh juga dapat meredakan sakit tenggorokan. Namun, madu tidak disarankan untuk anak yang usianya di bawah 1 tahun.

5. Menghirup uap

Menghirup uap dapat menambah kelembapan pada tenggorokan dan hidung. Uap akan menenangkan sakit tenggorokan dan membuka saluran udara, sehingga kita akan lebih mudah untuk bernapas.

Cara melakukannya juga cukup mudah. Kamu bisa menuangkan air panas ke dalam mangkuk atau baskom, kemudian posisikan kepala di atas mangkuk untuk menghirup uap yang dikeluarkan. Menutup kepala dan mangkuk dengan handuk juga bisa dilakukan agar lebih nyaman.

Comments are closed.