Azis Syamsuddin Bersumpah Tak Ada Pasal Selundupan di RUU Cipta Kerja

Azis Syamsuddin Bersumpah Tak Ada Pasal Selundupan di RUU Cipta Kerja

Azis Syamsuddin Bersumpah Tak Ada Pasal Selundupan di RUU Cipta Kerja

Tegaskan Tak Ada Pasal Selundupan UU Cipta Kerja, Azis: Saya Pertanggungjawabkan di Hadapan Allah - Voice of Indonesia

Azis Syamsuddin Bersumpah Tak Ada Pasal Selundupan di RUU Cipta Kerja – Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin bersumpah bahwa tak ada pasal selundupan dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang sudah difinalkan.

Hal ini diutarakan Azis lantaran isu bahwa DPR sudah mengutak-atik RUU Cipta Kerja yang sudah disetujui lewat sidang paripurna pada Senin pekan lalu. Terlebih setelah ada perbedaan jumlah halaman.

“Saya jamin, sesuai sumpah jabatan saya dan rekan-rekan yang ada di sini. Tentu kami tidak berani dan tidak akan memasukkan selundupan pasal. Itu kami jamin dulu. Sumpah jabatan kami,” kata Azis di kompleks parlemen Senayan, Selasa (13/10/2020).

Namun Politikus Golkar ini menegaskan, jika ada pasal selundupan di RUU Cipta Kerja, hal tersebut juga merupakan perbuatan pidana.

“Itu merupakan tindak pidana apabila ada selundupan pasal,” ujar Azis.

Aziz Menjamin

Melansir https://christian-mommies.com/ Azis juga menjamin para penggodok RUU Cipta Kerja yakni anggota Badan Legislasi (Baleg) adalah orang yang jujur dan tidak akan berani menyelundupkan pasal pesanan tertentu.

“Kalau ada rumor yang berkembang di berita ada pasal-pasal selundupan, saya yakin kepada integritas dari teman-teman yang ada di Baleg, tidak akan mungkin memasukkan selundupan pasal itu dalam draf, apalagi setelah diketok di tingkat satu dan setelah diketok di tingkat dua di dalam paripurna,” tandas Azis.

Bersumpah

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin bersumpah dna menjamin tidak ada pasal yang sengaja ditambahkan pasca RUU disahkan di parpurna 5 Oktober 2020 lalu.

Diketahui, naskah final RUU yang siap dikirim ke presiden sebanyak 812 halaman. Berbeda dengan versi paripurna yakni 905 halaman, dan versi Senin 12 Oktober 1.035 halaman.

“Saya jamin sesuai sumpah jabatan saya dan rekan-rekan yang ada di sini. Tentu kami tidak berani dan tidak akan memasukkan selundupan pasal. Itu kami jamin dulu. Sumpah jabatan kami,” kata Azis di kompleks parlemen Senayan, Selasa (13/10/2020).

Namun Azis juga menyebut apabila ada yang berani memasukkan pasal atau ayat baru setelah paripurna hal itu adalah perbuatan pidana. “Itu merupakan tindak pidana apabila ada selundupan pasal,” ujar dia.

Comments are closed.