AS Tangguhkan Bantuan Militer Karena Presiden Mali Dikudeta

AS Tangguhkan Bantuan Militer Karena Presiden Mali Dikudeta

AS Tangguhkan Bantuan Militer Karena Presiden Mali Dikudeta

AS Tangguhkan Bantuan Militer Karena Presiden Mali Dikudeta, – Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita mengundurkan diri pada Selasa. Dia juga membubarkan parlemen beberapa jam setelah tentara yang memberontak menahannya dengan todongan senjata.

Terlihat lelah dan mengenakan masker bedah, Keita mengundurkan diri lewat pidato singkat yang disiarkan di televisi pemerintah. Seperti dilaporkan Reuters, pasukan menangkap Keita bersama Perdana Menteri Boubou Cisse dan pejabat tinggi lainnya.

Amerika Serikat memutuskan pada Sabtu bahwa mereka akan menangguhkan bantuan militer ke Mali. Setelah pemberontak berhasil mengudeta dan menahan presiden negara di Afrika barat tersebut.

“Tidak akan ada pelatihan atau dukungan lebih lanjut kepada pasukan militer Mali, kami telah menghentikan semuanya sampai kami dapat memperjelas situasinya,” kata utusan khusus AS untuk Mali, J Peter Pham kepada media.

“Masih belum jelas pasukan mana yang terlibat dalam pemberontakan tersebut, siapa yang terlibat secara spesifik, dan di mana loyalis berada,” katanya.

Pada Selasa, pasukan pemberontak berhasil menangkap Presiden Mali yang tak populer, Ibrahim Boubacar Keita yang telah berusia 75 tahun.

Mereka memaksa Keita mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden dan pihak junta akan berkuasa sampai “presiden transisi” mengambil alih.

Pham mengatakan pemerintah AS, yang mengaku prihatin atas tindakan kudeta jihadis tersebut, telah melakukan kontak dengan pihak junta yang menyebut dirinya Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat Mali.

“Kontak ini operasional,” kata Pham. “Mereka [Pemerintah AS] tidak menyiratkan pengakuan namun sambutan, bahwa orang-orang ini kini berada pada tingkatan tertentu dan mengendalikan hal-hal tertentu,”

Pham yang menolak menggunakan kata “kudeta” menyebut pengambilalihan tersebut “tentu saja tidak akan membantu”.

AS bersama sejumlah negara lain dan militer Mali diketahui bekerja sama memerangi kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda dan ISIS di wilayah tersebut.

Washington saat ini memberikan pengawasan dan dukungan logistik untuk pasukan Prancis di negara tersebut.

Pham mengulangi kembali permintaan AS kepada pemberontak untuk membebaskan Keita dengan mempertimbangkan usia dan kesehatan pria tersebut.

“Dia adalah kepala negara yang dipilih secara sah,” kata Pham.

Comments are closed.