Amerika dan Eropa Berlomba Uji Coba Calon Vaksin COVID-19

Amerika dan Eropa Berlomba Uji Coba Calon Vaksin COVID-19

Amerika dan Eropa Berlomba Uji Coba Calon Vaksin COVID-19

Amerika dan Eropa Berlomba Uji Coba Calon Vaksin COVID-19 – “Kami semua merasa sangat tidak berdaya. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi saya untuk melakukan sesuatu,” tutur Jennifer Haller, perempuan berusia 43 tahun asal Seattle, Amerika Serikat, yang menjadi salah satu sukarelawan vaksin COVID-19

Para ilmuwan AS di Kaiser Permanente Washington Research Institute, Seattle, melakukan suntikan pertama dalam tes eksperimental penemuan vaksin virus corona COVID-19. Percobaan pertama Daftar S128 ini merupakan awal dari serangkaian studi yang diperlukan untuk menemukan vaksin virus Corona.

Suntikan percobaan yang dilakukan para ilmuwan Seattle ini bukan satu-satunya vaksin potensial untuk virus corona COVID-19. Sebab ada lusinan kelompok riset di seluruh dunia yang berlomba untuk membuat vaksin melawan COVID-19.

1. Pfizer bekerja sama dengan perusahaan farmasi Jerman 

Dalam memproduksi dan menguji calon vaksin, Pfizer mengumumkan kerja sama dengan perusahaan farmasi Jerman BioNTech SE.

Keduanya juga bersiap uji coba di Amerika Serikat. Untuk mempercepat proses ini, Pfizer sampai mengalihkan produksi obat-obatan lainnya ke kontraktor eksternal, karena ingin fokus terhadap calon vaksin COVID-19.

untuk melakukan produksi massal. Pfizer mengaku bisa mendistribusikan hingga 20 juta dosis pada akhir 2020, dan kemungkinan ratusan juta setahun berikutnya.

2. Tiga perusahaan farmasi Eropa bersiap menuju uji coba pada pertengahan 2020 

Perusahaan farmasi Italia, Reithera, berkolaborasi dengan Leukocare dan Universalls yang masing-masing berbasis di Jerman serta Belgia untuk mempercepat produksi calon vaksin COVID-19. Upaya ini diawasi langsung oleh Jean-Paul Priells, mantan petinggi divisi vaksin di raksasa obat-obatan dunia, Glaxosmithkline.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada Dewan Ekonomi dan Sosial PBB bahwa sudah ada sekitar tujuh sampai delapan kandidat utama.

“Kami fokus pada sedikit kandidat yang mungkin bisa membawa hasil lebih baik dan mempercepat kandidat-kandidat dengan potensi lebih baik tersebut,” kata Tedros, seperti dikutip AP. Namun, ia tak menyebut kandidat yang dimaksud.

3. Belasan ribu orang mendaftarkan diri jadi sukarelawan uji coba calon vaksin virus corona

Kabar soal kesiapan menguji coba calon vaksin membuat warga di Amerika Serikat dan negara-negara lain mendaftar sebagai sukarelawan. Seperti dilaporkan NBC News, sebanyak 14.000 orang telah memasukkan nama mereka sebagai calon orang yang akan divaksin. Perdebatan muncul karena virus corona belum ada obatnya.

WHO sendiri telah merilis dokumen yang bisa menjadi pedoman uji coba agar tidak terjadi penyelewengan. Administrasi Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat sebelumnya tidak pernah mengizinkan uji coba seperti ini dilakukan, tapi kebuntuan dalam menyudahi pandemik virus corona disebut membuat lembaga itu berubah pikiran.

Comments are closed.