6 Staf Kampanye Trump Positif Virus Corona

6 Staf Kampanye Trump Positif Virus Corona

6 Staf Kampanye Trump Positif Virus Corona

6 Staf Kampanye Trump Positif Virus Corona, – Enam staf yang bertugas pada kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Tulsa, Oklahoma, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Direktur komunikasi kampanye Trump Tim Murtaugh mengatakan tes dilakukan sebelum kampanye digelar. Sehingga, kata dia, dipastikan tidak ada staf yang terpapar Covid-19 hadir dalam kampanye pada Sabtu malam.

“Sesuai protokol keselamatan, staf kampanye tes Covid-19 sebelum acara. Enam anggota tim positif dari ratusan tes yang dilakukan, dan prosedur karantina langsung dilaksanakan,” kata Murtaugh.

Trump diberitahu enam staf kampanye positif virus corona sebelum dia meninggalkan Gedung Putih untuk berkampanye di Tulsa.

Kampanye di Tulsa tersebut berlangsung sepi. Dari Target 100 ribu orang, massa yang datang tak lebih dari 19 ribu orang.

Pembantu kampanye senior Trump, Mercedes Schlapp mengatakan kepada Fox News Sunday, para peserta tidak dapat masuk ke BOK Center, tempat kampanye berlangsung. Dia menyalahkan pengunjuk rasa yang membuat peserta khawatir untuk datang.

Trump tetap menggelar kampanye di saat AS masih terpapar parah virus corona. Di Oklahoma sendiri tingkat infeksi dilaporkan masih tinggi.

Pada Sabtu sore, Tulsa melaporkan memiliki 2.206 kasus virus corona. Departemen Kesehatan Negara Bagian Oklahoma mengonfirmasi peningkatan kasus harian Covid-19 terbesar sejak awal pandemi.

Awalnya kampanye itu memang digelar Jumat malam, namun Trump menunda karena hari itu bertepatan dengan peringatan pembebasan perbudakan di AS yang jatuh pada 19 Juni.

Juneteenth atau juga dikenal sebagai Hari Pembebasan, adalah peringatan yang merujuk pada peristiwa 19 Juni 1865, ketika pasukan Union yang dipimpin Gordon Granger membaca perintah federal di Galveston, Texas. Perintah itu berisikan tentang pembebasan warga budak menjadi individu merdeka di Texas di masa perang sipil.

AS sendiri selama hampir sebulan terakhir diguncang aksi antirasialisme setelah puncak gunung es yang pecah atas kematian warga kulit hitam George Floyd.

Direktur kampanye komunikasi Tim Murtaugh, mengatakan dalam pernyataan bahwa ‘prosedur karantina’ telah diinisiasi secepat mungkin dan tidak ada seorang pun dari staf yang terinfeksi yang menghadiri kampanye Trump.

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang melakukan kontak langsung dengan para staf yang terinfeksi yang akan datang.

Murtaugh mengatakan anggota staf kampanye dites Covid-19 sebagai bagian dari protokol keselamatan kampanye.

Pejabat kampanye mengatakan setiap orang yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum melewati tim keamanan.

Mereka juga akan diberi masker untuk dipakai, jika mereka mau, dan sanitiser tangan di BOK center dengan kapasitas 19.000 tempat duduk.

Kampanye itu diharapkan menjadi pertemuan indoor terbesar di dunia selama wabah virus corona.

Di Tulsa sendiri, kasus infeksi virus corona telah terjadi pada beberapa pekan sebelumnya, dan direktur departemen kesehatan lokal telah meminta agar kampanyenya ditunda.

Namun, pemerintah Republikan Kevin Stitt mengatakan kalau kampanye Trump akan aman dari Covid-19.

Pengadilan Mahkamah Agung Oklahoma pada Jumat lalu membantah permintaan bahwa semua orang yang menghadiri rapat umum dalam ruangan harus mengenakan masker, dan hanya sedikit orang di luar gedung pada Sabtu kemarin yang memakai masker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *