Trump Gelar Kampanye Terbuka Saat Corona

Trump Gelar Kampanye Terbuka Saat Corona

Trump Gelar Kampanye Terbuka Saat Corona

Trump Gelar Kampanye Terbuka Saat Corona – Sejak kasus infeksi virus corona COVID-19 pertama terdiagnosa di Amerika Serikat lebih dari tiga bulan lalu, Presiden Donald Trump telah berulang kali membuat pernyataan tentang penyakit itu dan bagaimana menyembuhkannya. Setiap dari pernyataannya itu kontroversial, yang membuat banyak ahli di otoritas medis dalam pemerintahannya sendiri menentang.

Contoh terkini dari pernyataan itu datang pada Kamis, 23 April 2020, ketika Trump meminta para ilmuwan menggali potensi sinar ultraviolet atau disinfektan untuk pengobatan pasien infeksi virus tersebut. Perintahnya itu langsung mendulang kritik dari para dokter. Cemas dengan efek dari pernyataan sang presiden, badan-badan kesehatan pun segera memperingatkan masyarakat agar tak berinisiatif menyembuhkan sendiri penyakit itu.

Menyebut studi yang sedang dilakukan pemerintahnya terhadap dampak sinar matahari dalam membunuh virus corona di permukaan benda dan di udara, Trump melontarkan pemikirannya untuk menggunakan radiasi sinar matahari langsung untuk mengobati pasien COVID-19. Dia meminta para ilmuwan memikirkan dan menguji untuk bisa membuat sinar yang sama masuk ke dalam tubuh.

Kontroversi atas terapi UV dan disinfektan semakin berkembang dan Gedung Putih menyalahkan media karena menganggap telah membuat pemberitaan yang sensasional. Trump belakangan menyatakan kalau dirinya hanya sarkastik. Tapi toh itu bukan peristiwa pertama. Berikut ini sejumlah pernyataan yang pernah dibuat Trump tentang virus corona COVID-19—virus yang semakin membelenggu Amerika Serikat lewat jumlah kasus infeksi dan kematian yang tertinggi di dunia.

Presiden Donald Trump tetap akan menggelar kampanye pemilihan presiden di ruang terbuka di New Hampshire pada 11 Juli mendatang, meski kasus virus corona di Amerika Serikat sedang melonjak.

Melalui pernyataan, tim kampanye Trump menuturkan kampanye bertajuk ‘Make America Great Again’ itu akan digelar di Portsmouth.

“Kami akan menyediakan banyak cairan pembersih tangan bagi peserta yang hadir, mereka juga akan diberi masker yang sangat dianjurkan untuk dikenakan selama acara,” bunyi pengumuman tim sukses Trump pada Minggu.

Kampanye di New Hampshire ini digelar setelah Trump mendapat kritik terkait kampanye terakhirnya pada 20 Juni lalu di Tulsa, Oklahoma.

Meski peserta yang hadir tak sesuai ekspektasi, kampanye tersebut mendapat kecaman karena mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Trump menargetkan sekitar 60 ribu peserta dalam kampanye bulan lalu yang digelar di ruangan tertutup. Selain itu, panitia kampanye juga tidak menerapkan aturan menjaga jarak sosial dan penggunaan masker sesuai protokol kesehatan WHO.

Padahal, sampai saat ini Amerika Serikat masih dihantui tren penularan virus corona yang meningkat signifikan. Dalam sehari, pejabat kesehatan AS masih menemukan puluhan ribu kasus Covid-19 baru.

Berdasarkan statistik Worldometer per Senin, AS masih menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia. Negeri Paman Sam tercatat memiliki lebih dari 2,9 juta kasus corona dengan 132.565 kematian.

Comments are closed.