Penentang Lockdown yang Kena Covid

Penentang Lockdown yang Kena Covid

Penentang Lockdown yang Kena Covid

Penentang Lockdown yang Kena Covid – Sempat meremehkan dampak pandemik COVID-19, Presiden Brasil Jair Bolsonaro kini terinfeksi virus corona. Ia sendiri yang menyampaikan ke publik pada Selasa, 7 Juli 2020 bahwa sudah dinyatakan positif terpapar COVID-19 usai melakukan empat kali tes.

Bolsonaro menjalani tes usai muncul gejala termasuk demam tinggi. Gejala itu sudah ia alami sejak Mingggu.

“Di hari Minggu, saya tidak merasa tidak enak badan. Kemudian, pada hari Senin, situasi itu memburuk, di mana saya merasa pegal-pegal dan lelah. Saya juga mengalami demam di atas 38 derajat celcius. Lantaran ada gejala-gejala ini, dokter kepresidenan mencurigai saya telah terpapar COVID-19,” demikian ungkap Bolsonaro kemarin.

Ia menambahkan dokter kemudian melakukan pemeriksaan ke organ paru-parunya. Bolsonaro juga menjelaskan istrinya, Michelle turut menjalani pemeriksaan.

Sementara, ketika diwawancarai stasiun berita CNN Brasil usai ia mengetahui dirinya positif COVID-19, Bolsonaro mengatakan akan mengosongkan jadwal untuk pertemuan tatap muka.

“Saya tidak akan bertemu tatap muka dengan siapapun. Semua akan dilakukan melalui video konferensi. Saya akan bertemu secara langsung dengan orang bila harus menyelesaikan permasalahan yang penting,” tutur dia lagi.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, pemimpin negara yang selalu meremehkan virus corona kini dinyatakan positif Covid-19.
Respons Bolsonaro terhadap pandemi dikritik oleh berbagai pihak. Dia bahkan turut menentang lockdown. Menurut dia, kebijakan karantina dan lockdown hanya merusak perekonomian negara.

Dia juga menolak perintah untuk tinggal di rumah yang diberlakukan oleh sejumlah gubernur di Brasil untuk menahan penyebaran virus corona.

Dalam sebuah kesempatan pada pertengahan April lalu, Bolsonaro ikut turun ke jalan dan bergabung bersama ratusan demonstran untuk memprotes kebijakan lockdown, menjaga jarak, dan berdiam diri di rumah. Dia merangkul orang-orang yang berada di supermarket lokal dan gerai roti.

Pria yang dijuluki “Trump dari Brasil” itu menganggap kebijakan lockdown membuat pemerintah tidak bisa mendapatkan pemasukan sehingga tak memiliki cukup uang untuk menggaji pegawai negeri.

Sejak awal penyebaran, Bolsonaro kerap menganggap virus corona tak ubahnya flu biasa.

Bolsonaro dinilai memiliki lebih banyak musuh daripada teman di negaranya sendiri. Dia juga sempat menghabiskan waktu berlibur di sebuah resor ski di tengah pandemi.

Akibat Covid-19, Brasil mengalami krisis kesehatan masyarakat terburuk sejak wabah virus Zika pada tahun 2015.

Saat ini Brasil menjadi negara kedua dengan kasus corona terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Berdasarkan data statistik Worldometer, hingga Rabu Brasil memiliki 1.674.655 dan 66.868 ribu kematian.

Gubernur dan wali kota di Brasil telah mengambil tindakan sendiri akibat lonjakan kematian, sementara Bolsonaro menentang tindakan itu dan mendorong para pendukungnya untuk ikut menentang mereka.

Dia memecat Menteri Kesehatan, Luiz Henrique Mandetta, terkait kebijakan lockdown itu.

Hanya saja, dalam waktu kurang dari sebulan, menteri kesehatan baru, Nelson Teich, memilih mengundurkan diri dengan alasan tidak cocok dengan sang presiden.

Dia juga memveto sejumlah pasal dalam RUU protokol kesehatan selama pandemi seperti pasal terkait kewajiban setiap perusahaan atau majikan menyediakan masker dan alat pelindung diri dari virus bagi para staf.

Semakin banyaknya kasus corona membuat sejumlah rumah sakit kewalahan, begitu juga layanan pemakaman.

Bolsonaro sendiri dinyatakan positif Covid-19 setelah empat kali dites usai mengalami demam.

Comments are closed.